Kedepannya, Fachrudin berharap, dengan potensi Kalsel yang luar biasa, serta iklim investasi yang semakin bagus, semoga pertumbuhan kredit di tahun depan menjadi lebih bagus.
“Kita akan memanfaatkan pasar yang besar, seperti di ASN, kemudian di UMKM, serta ekosistemnya yang terkait dengan pemerintah daerah,” harap Fachrudin.
“Selain itu, Bank Devisa juga kita harapkan dapat mendukung ini, sehingga komoditas andalan di Kalsel, seperti batu bara dan kelapa sawit itu untuk dananya bisa kita endapkan di Bank Kalsel,” lanjutnya.
Sementara itu, Komusaris Utama Bank Kalsel, Subhan Nor Youmil menuturkan, agar pertumbuhan kredit itu bisa lebih diperhatikan lagi di Tahun 2026, namun tetap harus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaannya.
“Kami akan terus mengevaluasi dan mengawasi terhadap upaya-upaya yang dilakukan Bank Kalsel dalam rangka meningkatkan kredit di tahun 2026,” tutur Subhan.
“Khusus untuk Bank Devisa mudah-mudahan untuk perijinannya dalam waktu yang tidak terlalu lama mendapat kabar baik dari OJK, karena saat ini masih berproses,” pungkasnya. (Wartabanjar.com/iqnatius)
Editor Restu

