WARTABANJAR.COM, PARINGIN– Luapan air sungai akibat tingginya curah hujan kembali merendam sejumlah desa di Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan.

Sedikitnya ratusan rumah dan akses jalan terdampak banjir berdasarkan hasil monitoring jajaran Polsek Awayan, Senin (15/12/2025).

Kapolsek Awayan, IPDA Lulus Pribadi, mengatakan pihaknya bersama anggota turun langsung ke lapangan untuk memantau kenaikan debit air sekaligus mendata desa-desa yang terdampak banjir di wilayah hukum Polsek Awayan.

“Dari hasil monitoring, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi di Kecamatan Awayan dan Kecamatan Tebing Tinggi, sehingga debit air sungai meluap dan merendam permukiman warga,” ujarnya.

Di Desa Juuh RT 01, tercatat sebanyak 25 rumah terendam, dengan perkarangan rumah tergenang air setinggi 30 hingga 50 sentimeter.

Selain itu, sekitar 200 meter jalan desa juga terendam dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter.

Sementara di Desa Ambakiang RT 01, RT 02, dan RT 03, sebanyak 24 rumah terdampak banjir.

Air juga menggenangi sekitar 300 meter ruas jalan desa dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

Kondisi serupa terjadi di Desa Tundakan RT 02 dan RT 03, dengan 24 rumah terendam dan genangan air di jalan desa sepanjang 350 meter.

Di Desa Badalungga RT 01 dan RT 02, banjir merendam sekitar 30 rumah warga, sedangkan di Desa Badalungga Hilir RT 01, RT 02, dan RT 03, tercatat 20 rumah terdampak.

BACA JUGA: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kalsel Selama 3 Hari

Adapun di Desa Awayan RT 01 dan RT 02, sebanyak 15 rumah dilaporkan terendam air.

“Selain rumah warga, banjir juga merendam perkarangan rumah dan sejumlah ruas jalan desa. Namun untuk fasilitas umum, hingga saat ini tidak ada yang terdampak,” jelas IPDA Lulus Pribadi.

Ia menambahkan, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi ketinggian air masih mengalami kenaikan.

Oleh karena itu, pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan banjir susulan.

“Kami mengingatkan warga agar tidak beraktivitas di lokasi banjir, terutama mandi atau membiarkan anak-anak bermain air, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (Wartabanjar.com/Alfi)

Editor: Yayu