Setelah itu, barulah pelaku mencoba menggali data pribadi seperti nomor rekening hingga nomor KTP.
“Begitu sudah berbicara soal uang, mereka mulai masuk ke tujuan sebenarnya, yaitu mendapatkan data untuk menguras rekening korban,” ungkapnya.
Suhaimi meminta masyarakat tidak memberikan data pribadi kepada siapa pun yang mengatasnamakan kantor pertanahan.
“Jika masyarakat menerima hal seperti itu, kami berpesan agar segera menghubungi admin resmi Kantah Banjarbaru,” pesannya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu







