WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Komitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah eks transmigrasi kembali digaungkan Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) Balangan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Senin (1/12/2025) di Aula Disnakertranskop-UMKM Balangan.

FGD ini menjadi forum penting untuk mematangkan konsep LPS (Lembaga Pelatihan Swasta) PATRI, yang dirancang sebagai mitra resmi Pemerintah Daerah dalam pembangunan vokasi.

Dengan mengangkat tema besar mengenai transformasi peran PATRI, forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan tokoh masyarakat dari empat kecamatan eks-transmigrasi.

Baca Juga Ini Jawaban Hj Ananda Saat Ramai Diisukan Akan Menikah Lagi

Ketua PATRI Balangan, Edy Junaidi, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberagaman latar belakang warga transmigran justru menjadi kekuatan bersama. Ia menilai LPS PATRI akan menjadi pusat pelatihan yang mampu memaksimalkan potensi tiap wilayah, baik agribisnis, jasa, maupun pengelolaan pariwisata air.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tapi cara kita merawat harapan. LPS PATRI akan menjadi pusat pengungkit untuk membuka ruang-ruang baru bagi generasi muda,” ujar Edy.

Diskusi berlangsung dinamis, terlebih saat Kabid Transmigrasi, Muhammad Arsyad, menyampaikan dukungan resmi Pemerintah Daerah.

Menurutnya, program vokasi berbasis kebutuhan lapangan adalah solusi terbaik untuk menjawab tantangan kompetensi generasi kedua transmigran.

“Kami di Dinas Transmigrasi sangat mengapresiasi langkah PATRI. Program ini bukan hanya relevan, tetapi juga lahir dari aspirasi langsung masyarakat,” tegas Arsyad.

FGD ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Program, sebagai penanda dimulainya kerja bersama antara PATRI dan Pemda. Dokumen tersebut memuat dukungan pemerintah terhadap anggaran PATRI pada APBD Murni 2026 dan penguatan hasil musyawarah di tingkat kecamatan.

Momen penandatanganan disaksikan oleh tokoh masyarakat dari empat kecamatan, Dewan Pakar PATRI Herry Rusandi, serta Mahasiswa Ekspedisi Patriot UNDIP yang sejak awal terlibat dalam penyusunan teknis FGD.

Langkah ini menjadi simbol awal kolaborasi berkelanjutan dalam membangun Balangan yang lebih mandiri dan kompetitif.
(Wartabanjar.com/Alfi)

Editor Restu