WARTABANJAR.COM, BANDA ACEH – Gelombang kesulitan melanda warga Banda Aceh dan Aceh Besar setelah banjir serta longsor memutus berbagai layanan vital. Dalam beberapa hari terakhir, listrik padam bergilir, pasokan air PDAM macet, jaringan telekomunikasi tersendat, sementara BBM harus diperjuangkan lewat antrean panjang yang tak kunjung putus.
Di kawasan Baitussalam, Aceh Besar, listrik yang sempat hidup sehari kembali padam, memaksa warga berburu warung kopi ber-genset demi menyalakan ponsel dan mencari akses WiFi. Sementara itu, di Banda Aceh, aliran listrik bergilir membuat komunikasi telepon dan internet terputus-putus.
“Warung kopi malam-malam selalu penuh. Semua orang cuma mau ngecas. Kadang harus keliling dulu cari tempat kosong,” keluh Melli, warga Aceh Besar.
Air Bersih Ikut Terhenti
PDAM di Aceh Besar juga lumpuh selama beberapa hari, membuat warga harus membeli air atau menumpang di rumah keluarga yang masih mendapat pasokan. PDAM Tirta Mountala menyebut operasional produksi bergantung pada genset, sementara BBM untuk menghidupkan mesin harus didapat lewat antrean panjang sehingga distribusi tidak maksimal.
Hal senada diumumkan PDAM Tirta Daroy Banda Aceh. Warga diminta menampung air ketika aliran masih sempat mengalir, karena suplai belum stabil.
BBM Langka dan Antrean Mengular
Situasi kian pelik ketika BBM makin sulit ditemukan. Di tingkat pengecer pun stok menipis. Antrean di SPBU terjadi di berbagai titik, termasuk di Banda Aceh.
Tak hanya itu, warga juga mulai kesulitan mendapatkan telur, sementara harga sembako merangkak naik.

