WARTABANJAR.COM – Bencana banjir dan longsor yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat kembali membuka luka lama terkait kerusakan hutan di pulau tersebut. Lebih dari seratus jiwa meninggal dunia, akses jalan lumpuh, dan komunikasi terputus. Namun di media sosial, isu ini justru memantik gelombang kritik baru yang menyorot Zulkifli Hasan—kini Menko Pangan, dulu Menteri Kehutanan era Presiden SBY.
Salah satu suara paling lantang datang dari akun @balqishumaira77. Perempuan ini menuding kerusakan parah hutan Sumatera tidak bisa dilepaskan dari kebijakan masa lalu, bahkan menyebut kembali momen ketika aktor Hollywood Harrison Ford menegur Zulkifli Hasan dalam dokumenter “Years of Living Dangerously” (2013).
Ia menyoroti Taman Nasional Tesso Nilo, hutan tropis yang dulunya menjadi rumah gajah Sumatera, harimau, dan tapir. Menurutnya, kawasan itu kini “tinggal luka menganga.” Dari sekitar 83 ribu hektare, yang tersisa hanya bayangan masa lalu, diselimuti perambahan dan sawit ilegal dari berbagai arah.
Dalam unggahannya, ia menulis bahwa masyarakat dan satwa kini sama-sama menjadi korban. Ia menyebut pejabat yang memberikan izin-izin pelepasan kawasan pada masa itu adalah Zulkifli Hasan.
Kritik keras itu juga disertai ajakan agar publik berhenti sibuk menggosipkan skandal selebritas, dan lebih fokus pada pejabat yang disebutnya “punya jejak tinta yang bikin hutan Sumatera jungkir balik.”
Berikut cuplikan kritik pedasnya:
Menuding banjir, longsor, dan matinya satwa liar sebagai dampak dari kebijakan masa lalu.

