Total bantuan lumbung sosial di lokasi kedua senilai Rp176 juta, diserahkan oleh perwakilan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam kepada pemerintah daerah.
Achmadi menjelaskan bahwa peserta KSB dilatih untuk menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing, mulai dari kesehatan, evakuasi, posko, pendataan, dapur umum, hingga Vertical Rescue.
“Mereka sudah diajarkan cara mendirikan tenda, melakukan evakuasi dengan perahu karet, hingga pengelolaan dapur umum lapangan. Ketika terjadi bencana, mereka akan bertugas berdasarkan SK kepala daerah sehingga tidak tumpang tindih,” ujarnya.
Saat ini di Kalimantan Selatan telah terbentuk 24 KSB, 46 lumbung sosial, serta 3 Kawasan Siaga Bencana (KWSB). Pembentukan KSB baru ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan di wilayah yang belum pernah mengalami bencana besar namun memiliki potensi kerawanan.
“Kita berharap bencana tidak terjadi. Namun kesiapsiagaan tetap penting, sehingga ketika situasi darurat muncul, masyarakat sudah siap dan terorganisir,” pungkas Achmadi. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
Editor Restu

