WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Kota Banjarmasin kini resmi masuk kategori wilayah rawan gempa. BPBD Banjarmasin menegaskan bahwa Kalimantan Selatan tidak lagi bisa disebut zona aman, setelah temuan BMKG dan BNPB menunjukkan adanya sesar aktif yang terhubung hingga Pegunungan Meratus.
Kepala BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, menyampaikan bahwa selama ini masyarakat Kalsel menganggap daerahnya minim risiko gempa. Namun data terbaru mematahkan anggapan tersebut.
“Tahun 2024 kami merasakan dua kali getaran. Padahal sumbernya jauh, dari Bawean, Jawa Timur,” ungkapnya, Jumat (21/11/2025).
BACA JUGA: Pertamax Langka di Tabalong! Bupati Gelar Rakor Darurat, SPBU Sepakat Batasi Pembelian
Tanah Rawa Perkuat Guncangan
Husni menjelaskan bahwa Banjarmasin memiliki kontur tanah rawa yang mampu memperkuat efek getaran. Berbeda dengan Banjarbaru yang berstruktur tanah lebih padat, rambatan gempa di Banjarmasin lebih mudah terasa.
Ia juga menambahkan bahwa aktivitas pertambangan yang menciptakan rongga bawah tanah dapat mempercepat dan memperluas rambatan getaran.
BPBD Bangun Sistem Peringatan Dini Gempa
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD kini dilengkapi Early Warning System (EWS) gempa yang dapat mendeteksi pergerakan dari berbagai titik dunia, termasuk negara tetangga.
“Kalau ada gempa di belahan manapun, kita bisa mendeteksi dari sini,” jelas Husni.
Pembangunan EWS ini masih melanjutkan proses penyelesaian. Dengan keterbatasan anggaran daerah, fasilitas tersebut dibangun melalui dukungan penuh dari BNPB.

