BMKG: Peringatan Gempa dan Tsunami Kini Maksimum 3 Menit, Akurasi 90%

WARTABANJAR.COM, JAKARTA- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan peringatan adanya tsunami dan gempa bumi kini bisa maksimum 3 menit saja dengan tingkat akurasi 90 persen.

Pada Closing Ceremony Indonesia Disaster Resilience Initiative Project (IDRIP) di BNPB, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menegaskan hal itu dalam sambutannya.

Ia mengatakan lompatan modernisasi sistem pemantauan pemrosesan dan diseminasi gempa bumi dan tsunami ini secara nasional.

“Sebelumnya peringatan dini diberikan dalam waktu 5 menit. Setelah dikerjakan melalui proyek IDRIP kami sudah dapat memberikan peringatan dini dan sudah teruji maksimum 3 menit, bahkan beberapa kejadian antara 2 hingga 3 menit. Kemudian lebih akurat, akurasinya meningkat dan jangkauannya juga lebih luas” tutur Dwikorita, dikutip Selasa (4/11/2025) dari laman BMKG.

Sistem peringatan dini ini diintegrasikan menjadi sistem Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) yang dibangun di Kemayoran (Jakarta) sebagai sistem yang utama dan di Denpasar (Bali) sebagai backup center, menggabungkan modul seismologi–tsunami dengan jaringan diseminasi terpadu agar aliran informasi dari hulu ke hilir berjalan mulus, yang diperkuat oleh super computer.

Menurut Dwikorita, pengembangan high performance computing digunakan untuk mempercepat analisis gempa dan tsunami secara real time.

“Ini merupakan suatu hasil yang patut kita banggakan karena supercomputer yang dihasilkan dari proyek IDRIP ini termasuk 500 besar supercomputer yang ada di dunia. Jadi, masuk dalam rentetan 500 besar dan kita beri nama SMONG (Supercomputer for Multi-hazards Operations and Numerical Modelling),” ungkapnya.

Baca Juga :   Tragedi Berdarah Tewasnya Pilot-Kopilot! KKB Elkius Kobak Diduga Dalang Penembakan Pesawat Smart Air

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca