WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Rafael Struick belum menunjukkan tajinya sejak bergabung dengan Dewa United, tanpa gol ataupun assist sepanjang hampir satu tahun terakhir.
Kondisi itu membuat ekspektasi yang sempat melekat padanya sebagai pemain berlabel timnas terasa jauh dari kenyataan.
Struick direkrut Dewa United sebelum kick-off BRI Super League 2025/26 setelah musim singkat di Brisbane Roar yang hanya menghasilkan 10 penampilan dan satu gol.
Rekam jejaknya sebelumnya bersama ADO Den Haag juga menunjukkan waktu bermain terbatas, sehingga tekanan untuk bangkit kian besar.
Di Dewa, dari sembilan laga tim sejauh ini Struick baru tampil lima kali, tiga kali sebagai starter dan dua kali sebagai pengganti, namun tanpa kontribusi produktif.
Catatan menit bermain itu menempatkannya jauh di bawah harapan untuk striker bertitel internasional yang diboyong klub.
Beberapa pemain diaspora lain yang berlabel timnas, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Jordi Amat, justru lebih cepat beradaptasi dan lebih sering tampil reguler di klub masing-masing.
Perbandingan ini menambah tekanan bagi Struick untuk memperbaiki performa agar posisinya di timnas tidak terancam.
Gol terakhir Struick tercatat pada 1 November 2024 saat membela Brisbane, dan sejak itu ia kesulitan menemukan sentuhan akhir yang sama.
Jika ingin mengembalikan kariernya, Struick mesti meningkatkan menit bermain dan produktivitas di Dewa United supaya kembali menarik perhatian pelatih timnas. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar
