WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Memasuki musim pancaroba, Pemerintah Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyakit yang rentan muncul akibat perubahan cuaca ekstrem, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD), ISPA, penyakit kulit, diare, dan leptospirosis.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat edaran agar warga menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama dengan melakukan 3M Plus, menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Selain itu, Ramadhan juga menekankan pentingnya menjaga pola makan bergizi seimbang, memastikan air minum matang dan bersih, serta menggunakan pakaian hangat atau jas hujan saat cuaca tidak menentu.
“Kalau sudah muncul gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, diare berat, atau tanda-tanda tidak biasa, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbaunya.
Ramadhan mengungkapkan, hingga Oktober 2025, tercatat 17 kasus DBD di Kota Banjarmasin.
Angka ini masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024, namun tetap menjadi perhatian agar tidak berkembang menjadi wabah.
“Data dari puskesmas menunjukkan hingga September ada 15 kasus, dan di Oktober ini bertambah 2 kasus baru. Walau belum seberat tahun lalu, kami tetap mengantisipasi,” jelasnya.
Ramadhan juga menegaskan bahwa fogging (pengasapan) bukan langkah utama dalam pemberantasan nyamuk Aedes aegypti.
“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik-jentiknya. Jadi, jangan dijadikan andalan. Pencegahan paling efektif tetap lewat pemberantasan sarang nyamuk oleh masyarakat sendiri,” katanya.







