TERNYATA Thailand Berlakukan Berkabung Setahun dan Warga Disuruh Berpakaian Hitam, Usai Ratu Sirikit Wafat
WARTABANJAR.COM, BANGKOK – Duka mendalam menyelimuti Thailand. Ratu Sirikit, ibunda Raja Maha Vajiralongkorn dan istri mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, wafat pada usia 93 tahun di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, Jumat (24/10/2025) pukul 21.21 waktu setempat.
Pemerintah Kerajaan Thailand resmi mengumumkan masa berkabung nasional selama satu tahun penuh, dimulai Minggu (26/10/2025).
Jenazah mendiang Ratu Sirikit dijadwalkan dibawa dari Rumah Sakit Chulalongkorn menuju Grand Palace, Bangkok, untuk disemayamkan selama satu tahun sebelum dilakukan kremasi kenegaraan.
Seluruh kota Bangkok kini dipenuhi papan reklame digital bernuansa hitam dengan tulisan belasungkawa untuk menghormati sosok Ratu yang dicintai rakyatnya.
Warga diimbau mengenakan pakaian berwarna gelap, menunda acara perayaan publik, dan mengikuti protokol penghormatan kerajaan selama masa berkabung.
Sosok Ratu Penuh Kasih dan Elegan
Ratu Sirikit dikenal bukan hanya karena keanggunannya dan selera fesyennya yang ikonik, tetapi juga karena perannya sebagai “Ibu Bangsa Thailand”.
Selama 66 tahun mendampingi Raja Bhumibol Adulyadej, ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seni, serta pelestarian budaya Thailand.
Kepergian Sirikit menjadi akhir dari sebuah era panjang kerajaan yang dikenal penuh pengabdian dan kasih sayang terhadap rakyat.
“Kondisi Yang Mulia memburuk hingga Jumat malam dan beliau berpulang dengan tenang pada usia 93 tahun,” tulis pernyataan resmi Istana Kerajaan Thailand.
Gelombang Duka dari Dunia Internasional
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai penjuru dunia.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bahkan menunda kepergiannya ke Malaysia untuk menghadiri KTT ASEAN demi memberikan penghormatan terakhir kepada Ratu Sirikit.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyampaikan bela sungkawa melalui unggahan di media sosial, menyebut Sirikit sebagai “sosok ratu yang memancarkan keanggunan dan kebijaksanaan di dunia modern.”
Kepergian Ratu Sirikit menjadi momen refleksi bagi rakyat Thailand. Ribuan warga mulai berdatangan ke area Grand Palace untuk memberikan penghormatan terakhir, membawa bunga melati putih—simbol kesucian dan cinta abadi.
Masa berkabung ini menjadi simbol penghormatan terhadap warisan seorang ratu yang hidupnya didedikasikan untuk bangsa dan keluarga kerajaan.