GAWAT! PLN Palangka Raya Diduga Langgar Prosedur, Trafo dengan Kabel Terkelupas Dipasang di Sekolah Dasar!
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA – Ketenangan di lingkungan SDS Kristen Palangka Raya mendadak berubah menjadi kecemasan. Sekolah dasar yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan GKE ini kini menjadi sorotan, usai muncul dugaan pelanggaran prosedur instalasi listrik oleh pihak PLN Palangka Raya, Kamis (23/10/2025).
Di tengah semangat para guru mendidik dan tawa polos anak-anak yang bermain di halaman, kini terselip ketakutan yang nyata. Sebuah trafo listrik dengan kabel terkelupas dipasang di area dekat sekolah — kondisi yang dianggap sangat berbahaya bagi keselamatan para murid.
“Kami takut anak-anak tersengat listrik saat bermain atau belajar,” ungkap salah satu guru dengan suara gemetar, mewakili keresahan para orang tua murid.
Diduga Langgar Prosedur Keselamatan
Pihak sekolah menilai langkah PLN tersebut menyalahi prosedur keselamatan kerja (K3) karena dilakukan di area pendidikan dasar tanpa perlindungan yang memadai. Protes keras pun dilayangkan kepada pihak PLN, menuntut agar instalasi tersebut segera diperbaiki atau dipindahkan dari lingkungan sekolah.
Warga sekolah menilai tindakan ini menunjukkan minimnya pengawasan dan kepedulian terhadap keselamatan anak-anak.
Ironisnya, kondisi bangunan SDS Kristen Palangka Raya juga memprihatinkan. Atap rusak, dinding mengelupas, genteng bocor, hingga fasilitas belajar yang serba terbatas. Semua ini memperlihatkan betapa rapuhnya perhatian terhadap pendidikan dasar, terutama bagi sekolah swasta kecil di bawah yayasan.
Bagi para guru, menjaga semangat belajar di tengah kondisi seperti ini sudah menjadi perjuangan tersendiri. Kini, ditambah ancaman bahaya listrik, rasa aman pun semakin tergerus.
Para guru dan orang tua berharap pihak PLN dan pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka menuntut tindakan cepat dan tanggung jawab nyata agar anak-anak bisa kembali belajar tanpa rasa takut.(Wartabanjar.com/Berbagai Sumber)
editor: nur muhammad