Santri Ditantang Kuasai Teknologi, Bupati Rahmat : Dunia Digital Harus Jadi Ladang Dakwah Baru
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Tanah Laut berlangsung dengan khidmat, meski diwarnai hujan gerimis.
Ratusan santri dari berbagai pondok pesantren tetap antusias mengikuti apel di Pondok Pesantren Noor Hasyim, Kelurahan Karang Taruna, Pelaihari, pada Rabu (22/10/2025).
Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, yang memimpin langsung sebagai pembina apel, secara khusus memberikan pujian atas dedikasi para santri dan panitia.
Baca Juga Pelaku Pembunuhan 3 Orang di SMPN 35 Banjarmasin Mulai Diadili
"Saya memberikan terima kasih setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara serta anak-anakku para santri yang luar biasa. Walaupun hujan, semangat kalian tidak luntur," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rahmat Trianto membacakan sambutan tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
Peringatan yang menandai satu dekade penetapan Hari Santri ini mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia", yang menekankan peran historis kaum santri bagi bangsa.
Bupati menegaskan, tantangan santri di masa kini adalah kemampuan beradaptasi dengan kemajuan zaman. Menurutnya, santri tidak boleh lagi hanya terfokus pada kajian kitab klasik semata.
"Santri tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia. Dunia digital harus menjadi ladang dakwah baru bagi para santri," tegasnya.
Ia pun berpesan agar momentum Hari Santri ini dijadikan pendorong bagi para santri di Tanah Laut untuk menjadi generasi yang komplet, yakni berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing.
"Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Karena dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis," tutupnya.
Hadir dalam upacara ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanah Laut, para kepala SKPD, pimpinan pondok pesantren, alim ulama, serta para guru dan santri dari berbagai wilayah di kabupaten tersebut. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu