WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Suasana tenang di Desa Maburai RT 04, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, mendadak gempar saat sebuah rumah kayu milik pasangan suami istri, Yudi dan Nurhiana, hangus dilalap api, Jumat (17/10/2025) pagi.

Diduga kuat, api berasal dari korsleting listrik di bagian belakang rumah yang berbahan kayu dan beratap seng. Dalam hitungan menit, si jago merah melalap seluruh bangunan hingga rata dengan tanah.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Joko Sutrisno, membenarkan insiden tersebut.

BACA JUGA: Polres HST Resmi Luncurkan Satuan PAMAPTA! Layanan Polisi Kini Lebih Cepat, Cerdas, dan Terpadu

“Kebakaran diduga berasal dari bagian belakang rumah, dekat dapur dan kamar mandi. Bagian itu seluruhnya terbuat dari kayu, sehingga api cepat membesar,” ujar Joko.

Berdasarkan kronologi, kedua pemilik rumah sedang berada di kebun menyadap karet saat kejadian berlangsung. Sekitar pukul 11.40 WITA, mereka pulang dan terkejut melihat api sudah berkobar hebat di bagian belakang rumah.

Dengan bantuan warga sekitar, tim Pemadam Kebakaran dan BPBD Tabalong segera dikerahkan ke lokasi. Setelah berjuang selama kurang lebih 20 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp70 juta, karena seluruh isi rumah ludes terbakar.

“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik, karena titik awal kebakaran berada di dekat kamar mandi, bukan di dapur tempat biasanya memasak,” jelas IPTU Joko.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap instalasi listrik, terutama pada bangunan yang masih menggunakan bahan kayu.

Imbauan keselamatan: Pastikan kabel dan sambungan listrik dalam kondisi baik. Gunakan peralatan listrik berstandar SNI dan matikan aliran listrik jika meninggalkan rumah untuk waktu lama.(wartabanjar.com/HRD)

editor: nur muhammad