“Kami berusaha semampunya agar api tidak merembet ke rumah lain. Angin sempat membuat api cepat membesar,” ujar salah satu relawan pemadam di lokasi kejadian.
Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) kini kehilangan tempat tinggal. Mereka sementara mengungsi ke rumah kerabat dan pos darurat yang didirikan di dekat lokasi kejadian.
Beberapa warga hanya bisa menangis menyaksikan rumah dan barang berharga mereka berubah menjadi abu.
“Saya cuma sempat ambil surat penting dan pakaian anak,” kata seorang korban dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Bati-Bati dan BPBD Tanah Laut masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran. Dugaan awal, api berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga yang kemudian cepat menjalar ke bangunan lain.
Peristiwa ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim pancaroba yang sering disertai cuaca panas dan angin kencang.(Wartabanjar.com/info_banjarmasin)
editor: nur muhammad







