WARTABANJAR.COM, RIO NEGRO - Adegan heroik terjadi di perairan Rio Negro, Brasil, ketika seekor jaguar terluka parah berhasil diselamatkan oleh aparat setempat. Hewan langka yang merupakan simbol nasional Brasil itu ditemukan berenang dengan tubuh penuh luka tembak dan berpegangan lemah pada sebuah pelampung di tengah sungai.

Dalam video yang dirilis oleh Sekretariat Negara Bagian Amazonas untuk Keamanan Publik, terlihat momen menegangkan saat tim polisi militer menarik pelampung yang menahan tubuh jaguar agar tidak tenggelam. Di atas perahu, beberapa petugas bekerja sama dengan spesialis satwa liar dan dokter hewan untuk mengevakuasi predator ikonik tersebut dengan hati-hati.

Menurut laporan media lokal, jaguar malang itu menjadi korban penembakan brutal dan ditemukan dengan lebih dari 30 serpihan peluru bersarang di wajah, kepala, dan lehernya.

BACA JUGA: KONYOL! Oknum ASN Way Kanan Nyamar Jadi Jaksa Demi Temui Bupati OKI yang Resmi Tersangka!

Meski terluka parah, hewan tangguh ini masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat dievakuasi menuju daratan.

Setelah berhasil diselamatkan, jaguar langsung dilarikan ke klinik hewan di Kota Manaus untuk menjalani perawatan intensif. Tim dokter memastikan kondisinya stabil namun kritis, sebelum nantinya dipindahkan ke kebun binatang untuk rehabilitasi lanjutan.

Penyelamatan yang Menggetarkan Dunia

Aksi penyelamatan ini menuai pujian luas dari warganet dan aktivis lingkungan internasional. Banyak yang menyoroti kekejaman terhadap satwa dilindungi tersebut dan menuntut penegakan hukum lebih tegas terhadap pelaku perburuan liar.

“Jaguar adalah simbol kekuatan dan kebebasan hutan Amazon. Melihatnya dalam kondisi seperti ini sungguh menyayat hati,” tulis salah satu aktivis di media sosial X (Twitter).

Pihak kepolisian Brasil kini menyelidiki dugaan perburuan ilegal yang menyebabkan hewan langka itu tertembak.

Jaguar (Panthera onca) merupakan predator puncak ekosistem Amazon dan termasuk spesies dilindungi internasional. Populasinya terus menurun akibat deforestasi dan perburuan liar.(Wartabanjar.com/abcworld/Berbagai Sumber)

editor: nur muhammad