WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan organisasinya tidak bisa menghukum Israel meski mendapat desakan usai pertemuannya dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, di Zurich, Kamis (2/10).
Pernyataan ini menegaskan FIFA memilih fokus pada sepak bola, bukan penyelesaian konflik geopolitik.
Infantino menilai FIFA harus tetap mempromosikan nilai-nilai persatuan, pendidikan, budaya, dan kemanusiaan melalui sepak bola. Ia menambahkan bahwa FIFA tidak dapat menyelesaikan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Keputusan itu memicu kritik karena FIFA sebelumnya pernah menghukum Rusia tak lama setelah invasi ke Ukraina pada 2022. Banyak pihak menilai FIFA menerapkan standar ganda dalam menangani konflik.
Melalui akun Instagram, Infantino juga menegaskan dukungannya terhadap semangat PFA di tengah situasi sulit. Ia menegaskan FIFA akan menggunakan kekuatan sepak bola untuk menjaga perdamaian dan persatuan di dunia. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar
