Pertandingan berlangsung sangat ketat dengan lima kali break servis di set pembuka dan tiga break berturut-turut di set kedua. Meski Lys terus berupaya memberi tekanan, pengalaman dan ketenangan Gauff menjadi pembeda. Petenis nomor 3 dunia itu akhirnya menutup pertandingan dengan penguasaan penuh.
Kemenangan ini menjaga peluang Gauff untuk mempertahankan gelar China Open, sekaligus berpotensi meraih back-to-back gelar untuk kedua kalinya setelah sukses di Auckland (2023–2024). Jika berhasil menuntaskan langkahnya di Beijing, Gauff akan semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu kekuatan dominan di tenis putri dunia saat ini. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







