Lys sendiri mengaku puas dengan performanya, meski harus angkat kaki dari turnamen. “Saya tahu Coco adalah pemain kelas dunia, jadi saya mencoba memberikan tekanan sejak awal. Saya belajar banyak dari pertandingan ini dan akan kembali lebih kuat,” ujarnya.
Kehadiran Lys menambah panjang daftar generasi baru tenis putri yang mulai menantang dominasi pemain papan atas. Seperti halnya Mirra Andreeva dan Linda Noskova, Lys mewakili wajah baru WTA yang tak gentar menghadapi lawan dengan ranking jauh lebih tinggi.
Meski gagal melaju ke semifinal, performa impresif di Beijing ini diprediksi menjadi batu loncatan penting dalam karier Lys. Dengan gaya bermain yang agresif, mental kuat, dan semangat menyerang tanpa kompromi, dunia tenis boleh jadi akan mendengar namanya lebih sering dalam turnamen-turnamen besar ke depan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







