UPT Perikanan Banjarbaru Jualan Ikan, Nila dan Lele Jadi Komoditas Andalan

WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Tak hanya melayani pembelian skala besar dari kelompok pembudidaya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar Banjarbaru juga terbuka bagi warga umum, bahkan anak-anak sekolah yang datang untuk membeli bibit ikan secara eceran.

Kepala UPT Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar Banjarbaru, Wahyu Junaidi, menjelaskan bahwa ikan nila dan lele menjadi komoditas yang paling diminati.

“Dua jenis itu paling sering dicari, baik oleh kelompok pembudidaya maupun warga perorangan,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Bibit ikan dijual dengan harga terjangkau sesuai ukurannya.

Untuk lele ukuran 4 sentimeter dibanderol Rp100 per ekor, sementara nila ukuran 3-5 sentimeter seharga Rp150.

“Ukuran yang lebih besar ada di kisaran antara Rp200 hingga Rp250 per ekor,” ungkap Wahyu.

Tak hanya itu, ikan hias dan koi juga menjadi favorit masyarakat.

Tak jarang, permintaan mencapai 1.000 hingga 20.000 ekor dalam satu kali pembelian.

Bibit ikan lele yang ada di UPT Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar Banjarbaru. Foto: Wartabanjar.com/Ikhsan

BACA JUGA: GEGER! Starbucks Umumkan Penutupan Gerai dan PHK Massal Ribuan Karyawan Terancam

Selain itu, Wahyu mengatakan UPT ini juga aktif melakukan pengembangan indukan dan pemijahan (proses alami bagi banyak hewan akuatik, seperti ikan dan amfibi, untuk melepaskan sel telur dan sperma ke dalam air untuk reproduksi).

“Sementara ini paling banyak ada bibit nila sama lele,” sebutnya.

Meski lokasi UPT tidak rawan banjir, tantangan tetap ada, di antaranya adalah kondisi air irigasi yang menjadi sumber utama.

Kalau air irigasi sedang kotor atau debitnya berkurang, biasanya berpengaruh ke proses pendederan dan pemijahan.

Baca Juga :   Izanami Raih Juara Pertama di B’Fest 2026, Hadirkan Festival Cosplay Jejepangan di Barabai

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca