WARTABANJAR.COM, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) serius membentengi generasi muda dari pengaruh buruk alkohol, rokok, dan pergaulan negatif. Melalui Satpol PP dan Damkar, Pemkab HST menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah di MAN 2 HST, Senin (15/9/2025).

Acara dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Zamhasari, yang hadir mewakili Bupati HST, Samsul Rizal. Dalam sambutannya, Zamhasari menegaskan bahwa aturan bukanlah hal asing bagi kehidupan sehari-hari.
“Mulai dari bangun pagi, berpakaian rapi, hingga sekolah tepat waktu, itu semua adalah bentuk aturan. Jadi, ketika kita bicara Perda, itu bagian dari kehidupan yang wajib dipatuhi,” tegasnya.

Fokus Sosialisasi: Tiga Perda Penting

Perda Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat

Perda Minuman Beralkohol

Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Zamhasari mengingatkan, pengaruh alkohol dan zat adiktif lainnya sangat merusak masa depan anak muda. Ia bahkan mengutip Surah Al-Maidah ayat 90 yang dengan tegas melarang khamar dan perjudian.
“Kalau kita melakukannya, sama saja mengikuti jalan setan. Maka jauhi itu semua,” tandasnya.

Plt Kepala Satpol PP dan Damkar HST, Azmi Hamidi, menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa bukan hanya tahu aturan, tetapi juga mampu menyebarkannya kembali kepada teman sebaya. Dari total 800 siswa, sekitar 100 orang dipilih sebagai perwakilan untuk menjadi “corong informasi” di kelas masing-masing.

Azmi juga menekankan bahwa setiap pelanggaran, mulai dari mengonsumsi alkohol, merokok di kawasan terlarang, hingga mengganggu ketertiban umum, akan dikenai sanksi sesuai regulasi yang berlaku.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Muhammad Mulkani, menyambut baik program ini. Ia menyebutkan peserta berasal dari berbagai kelas dan organisasi siswa, seperti Pramuka dan Palang Merah Remaja. Bahkan, beberapa siswa yang pernah bermasalah sengaja dilibatkan agar mereka bisa lebih memahami aturan sekaligus diarahkan ke hal yang positif.

“Harapannya, setelah ikut sosialisasi, mereka bisa berubah ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.