WARTABANJAR.COM, UTAH – Dunia politik Amerika Serikat diguncang tragedi besar. Charlie Kirk, aktivis konservatif sekaligus pendiri Turning Point USA, tewas seketika setelah menjadi korban tembakan sniper dalam acara “American Comeback Tour” di Utah Valley University (UVU), Orem, Utah, pada 10 September 2025.
Jejak Sniper Misterius
Pelaku penembakan diketahui seorang sniper misterius yang hingga kini belum teridentifikasi. FBI merilis gambar CCTV seorang “person of interest” berusia sekitar mahasiswa, berpakaian jeans, kemeja hitam, masker hitam, serta membawa senjata panjang.
Sejumlah saksi mata mengaku melihat sosok dengan ciri serupa mondar-mandir di sekitar kampus sebelum tragedi berdarah itu terjadi.
Untuk mempercepat penangkapan, FBI mengumumkan hadiah hingga USD 100.000 (sekitar Rp1,5 miliar) bagi siapa pun yang memberi informasi akurat terkait keberadaan sniper ini.
Senjata Maut di Atas Atap
Investigasi menemukan sebuah senapan bolt-action high-powered (diduga tipe Remington) di area hutan dekat kampus. Senjata tersebut menyimpan sidik jari dan jejak sepatu yang kini sedang dianalisis tim forensik.
Ahli balistik menegaskan:
Tembakan tunggal ini sangat presisi.
Pelaku memiliki latihan intensif, meski bukan level militer profesional.
Gaya menembaknya lebih mirip “internet shooter” atau penembak otodidak.
Dua orang sempat ditahan, namun dilepaskan karena tidak terbukti terlibat.
Berdasarkan rekaman CCTV, video saksi, dan analisis balistik, terungkap bahwa sniper beraksi dari atap gedung Losee Center di UVU, sejauh 200 meter dari target.

