WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pendidikan Hulu Sungai Tengah (HST) melangkah semakin visioner! Pemerintah Kabupaten HST resmi menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sekolah Berbahasa Inggris (SBI) di Pendopo Bupati HST, Jumat (12/9/2025).
Acara berlangsung istimewa karena dipandu langsung oleh siswa SMPN 1 dan SDN 1 Barabai Timur dengan penuh percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Momentum ini menjadi bukti nyata keberhasilan program SBI yang telah berjalan sejak 2022 dan kini menjadi rujukan nasional.
Bupati HST: Investasi SDM Unggul untuk Masa Depan
Dalam sambutannya, Bupati HST, Samsul Rizal menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris adalah kunci menghadapi tantangan global.
“Ini bukan sekadar program, melainkan investasi besar untuk melahirkan SDM unggul yang siap bersaing internasional tanpa kehilangan akar budaya lokal,” tegasnya.
Menurutnya, evaluasi berkala penting dilakukan agar capaian bisa diukur, tantangan diidentifikasi, dan solusi diperkuat.
Dari Cambridge Training hingga Permendikdasmen 2025
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menjelaskan bahwa sejak 2022 program SBI sudah menempuh berbagai terobosan:
Penandatanganan MoU strategis,
Pelatihan guru berstandar Cambridge,
Studi tiru ke berbagai daerah,
Hingga pengimbasan guru ke sekolah-sekolah lain.
Bahkan, dukungan regulasi makin solid setelah terbitnya Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 yang mewajibkan 72 jam pelajaran bahasa Inggris per tahun di tingkat SD mulai 2027/2028.
Kepala Biro KTLN Kemensetneg, Noviyanti, memberi apresiasi tinggi pada inovasi HST. Menurutnya, program SBI bukan sekadar pelatihan bahasa, melainkan perubahan fundamental ekosistem pendidikan.

