WARTABANJAR.COM – Isu panas kembali mengguncang jagat politik internasional. Media Rusia, Sputnik, menurunkan laporan yang menyebut demonstrasi dan kerusuhan di berbagai kota Indonesia sejak akhir Agustus 2025 tak lepas dari campur tangan asing. Dalam analisisnya, Angelo Giuliano, pakar geopolitik, menyoroti kemunculan simbol bendera bajak laut dari anime One Piece yang bertebaran di lokasi aksi. Ia menduga simbol itu bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari pola pengaruh eksternal yang terorganisir. Tuduhan ke Soros dan NED Giuliano menuding bahwa organisasi seperti National Endowment for Democracy (NED) dan Open Society Foundations milik miliarder kontroversial George Soros sudah lama mendanai media dan kelompok masyarakat sipil di Indonesia sejak era 1990-an. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan jaringan ini berperan dalam mengipasi gelombang protes yang berujung bentrokan. BACA JUGA:NGERI! Mahasiswa Hukum UNNES Tewas Misterius Usai Teriak “Ampun Pak, Jangan Pukuli Saya Lagi” Sementara itu, analis lain, Jeff J. Brown dan Alisher Yazdani, menilai rangkaian demo ricuh ini bisa jadi merupakan strategi untuk menggagalkan kedekatan Indonesia dengan BRICS dan China. Mereka menyebut taktik ini mirip dengan “revolusi warna” yang pernah melanda Serbia. Media Lokal Ingatkan Publik Tetap Kritis Meski laporan Sputnik ramai diperbincangkan, media nasional menegaskan hingga kini belum ada bukti nyata yang mengaitkan Soros maupun NED dengan kerusuhan di Indonesia. Banyak pihak mengingatkan agar publik tetap kritis, sebab tudingan semacam ini kerap menjadi bagian dari narasi disinformasi global yang berulang kali menyudutkan Soros. Faktanya Hingga berita ini diturunkan, tidak ada verifikasi independen yang membuktikan bahwa Soros ataupun NED terlibat langsung dalam pendanaan atau pengendalian aksi demonstrasi di Indonesia. Tuduhan tersebut lebih banyak bersandar pada opini analis yang lekat dengan pola teori konspirasi.(Wartabanjar.com/Sputnik International/berbagai sumber) editor: nur muhammad