Meski begitu, Souto menegaskan tidak gentar. Selain Thailand, ia juga mewaspadai kekuatan negara lain seperti Malaysia, Vietnam, dan Myanmar yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. “Saya pikir semua tim di Asia kini semakin kuat. Kita tidak hanya harus fokus ke Thailand, tapi juga siap menghadapi negara-negara lain,” tegasnya.
Di bawah asuhannya, Indonesia tengah mempersiapkan diri melalui dua turnamen internasional: CFA International Men’s Futsal di Tiongkok pada 5–11 September dan 4 Nations World Series di Jakarta pada 18–21 September 2025. Souto yakin, ajang tersebut akan menjadi laboratorium berharga untuk mematangkan taktik dan mental para pemain.
Dengan kombinasi filosofi futsal modern ala Eropa dan semangat juang khas pemain Indonesia, publik berharap Hector Souto bisa menghadirkan sejarah baru bagi futsal nasional: emas pertama di SEA Games. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







