Dinkes HST Tekankan Gizi Seimbang, Ajak Orang Tua Terapkan Konsep “Isi Piringku”
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dr. Desfi Delfiana Fahmi, mengingatkan pentingnya penerapan gizi seimbang bagi anak sejak dini untuk mencegah stunting.
Pesan ini ia sampaikan saat mengisi materi pada kegiatan Gemar Minum Susu dan Makan Telur (Gamis Mantel) di halaman Kantor Dinas Pertanian HST, Kamis (28/8/2025).
Menurut dr. Desfi, pemerintah Indonesia menargetkan lahirnya generasi emas pada 2045, salah satunya dengan menekan angka stunting hingga 5 persen.
Untuk itu, keluarga memiliki peran besar memastikan anak mendapatkan asupan bergizi setiap hari.
“Cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah menerapkan konsep Isi Piringku, yaitu separuh piring berisi makanan pokok dan lauk pauk berprotein, sepertiga berisi sayuran, dan sisanya buah-buahan. Jika ini dibiasakan, anak akan mendapatkan gizi seimbang tanpa harus mahal,” jelasnya.
Ia menambahkan, susu dan telur yang dibagikan dalam program Gamis Mantel ini merupakan contoh asupan protein hewani penting untuk pertumbuhan tulang, gigi, dan kecerdasan otak anak, namun orang tua juga perlu mengatur variasi makanan bergizi lainnya sesuai kebutuhan.
Selain itu, dr. Desfi juga menekankan pentingnya pemantauan kesehatan anak sejak remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi baru lahir.
BACA JUGA: KABINET PRABOWO-GIBRAN MAKIN BENGKAK! Ada 49, Terbaru Kementerian Haji-Umrah
Ia menyebutkan beberapa langkah krusial, antara lain pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri, imunisasi lengkap, inisiasi menyusu dini (IMD), serta pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.
“Generasi sehat dimulai sejak dini. Ibu hamil harus cukup gizi, remaja putri tidak boleh anemia, dan bayi wajib mendapat imunisasi serta ASI eksklusif. Semua ini bagian dari investasi kita untuk masa depan anak-anak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar keluarga mengurangi konsumsi makanan tidak sehat serta rokok yang justru tinggi dalam pengeluaran rumah tangga.
“Sayang sekali, data menunjukkan masyarakat lebih banyak mengeluarkan uang untuk rokok dibanding membeli lauk bergizi. Padahal yang dibutuhkan anak kita adalah protein, sayur, dan buah,” tambahnya.
Melalui edukasi gizi seimbang, Dinas Kesehatan HST berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, sehingga cita-cita membentuk generasi emas 2045 bisa tercapai. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu