WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Laga uji coba timnas Indonesia di Surabaya pada 5 September mendatang berubah lawan secara mendadak. Sorotan publik muncul karena keputusan Kuwait menarik diri disertai persoalan tiket yang sudah terjual luas.
PSSI sebelumnya menjadwalkan Garuda menghadapi Kuwait di Stadion Gelora Bung Tomo, namun federasi Kuwait secara tiba-tiba mengirimkan surat pembatalan pada 21 Agustus. Sebagai pengganti, Indonesia akan berhadapan dengan Taiwan yang saat ini menduduki peringkat ke-172 FIFA. Pertandingan ini akan tetap menjadi bagian dari agenda FIFA Match Day September, sebelum Indonesia melawan Lebanon pada 8 September.
Keputusan tersebut membuat banyak suporter mempertanyakan kejelasan tiket yang sebelumnya dijual dengan harga Rp75 ribu hingga Rp250 ribu. Federasi sepak bola nasional kemudian menyiapkan mekanisme pengembalian dana bagi penonton yang keberatan. Proses klaim refund dilakukan lewat tautan yang dikirim ke email pembeli, dengan batas akhir pengajuan pada 4 September 2025 pukul 18.00 WIB. Dana akan ditransfer kembali dalam waktu 7–14 hari kerja setelah verifikasi.
Pengamat sepak bola nasional, Akmal Marhali, menilai perubahan lawan mendadak ini harus jadi pelajaran penting. “Federasi jangan sampai hanya fokus pada lawan tanding, tetapi juga menjaga kepercayaan suporter yang sudah membeli tiket. Transparansi dan kepastian menjadi kunci agar tidak menimbulkan kekecewaan lebih besar,” ucap Akmal, Rabu (27/8/2025).
Sementara itu, PSSI memastikan tidak ada hak penonton yang diabaikan. “Seluruh tiket tetap berlaku otomatis untuk laga kontra Taiwan. Namun bagi yang memilih refund, kami telah siapkan prosedurnya agar dana kembali dengan aman,” jelas perwakilan PSSI.

