WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Ribuan Kingers dari seluruh penjuru Nusantara tumpah ruah di Jambore Nasional (Jamnas) XVIII Yamaha RX King Indonesia (YRKI) 2025 yang digelar di Kalimantan Selatan. Acara akbar ini bukan hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tapi juga menuai banyak pujian karena mampu mengangkat citra positif komunitas RX King sekaligus menjadi ajang promosi wisata Banua. Jamnas Dinilai Terbaik Penasihat YRKI Kalsel, Bambang Heri Purnama, menyebut Jamnas tahun ini layak diberi acungan jempol. “Kita buktikan di sini bagaimana kerapian dan kedisiplinan para peserta. Alhamdulillah, Jamnas ini bisa dikatakan yang terbaik dari seluruh pelaksanaan Jamnas, dari pertama hingga ke-18,” ujarnya, Sabtu (23/8/2025). Bambang juga mengaku takjub dengan antusiasme peserta yang datang dari luar Pulau Kalimantan. Menurutnya, Jamnas kali ini adalah gelaran terbesar di luar Pulau Jawa. RX King, Warisan Otomotif Lintas Generasi Lebih dari sekadar ajang motoran, Jamnas XVIII menjadi ruang pertemuan lintas generasi – dari anak muda hingga para senior. “RX King tetap punya tempat di hati masyarakat, baik tua maupun muda. Ini bukan sekadar motor, ini warisan budaya otomotif yang terus berjaya,” tambah Bambang. Wisata Kalsel Jadi Sorotan Tak hanya soal komunitas, panitia Jamnas juga memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan pesona wisata Kalimantan Selatan. Para peserta diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan, sehingga Banua semakin dikenal di mata tamu dari luar daerah. Bahkan, Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin, yang ikut hadir sebagai peserta, turut memberikan apresiasi tinggi. “Luar biasa, RX King menyatukan banyak kalangan, dari rakyat biasa hingga pejabat. Motor ini punya tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia,” ucapnya. Yamin berharap Jamnas bisa terus berlanjut dan menjadi sarana efektif mempromosikan potensi wisata serta budaya lokal. “Kami sangat berterima kasih karena melalui Jamnas ini, peserta bisa melihat langsung pesona kota dan kekayaan budaya Kalimantan Selatan,” pungkasnya.(‪wartabanjar.com/IKhsan‬) editor: nur muhammad