Dana itu untuk melakukan peremajaan pipa, pembuatan reservoir, dan keperluan yang lainnya.
Dana itu dianggarkan untuk keperluan hingga tahun 2028.
Sementara itu, Plt Komisaris Utama, Edy Wibowo, menjelaskan dari peningkatan hasil tersebut, pihaknya tetap memperhatikan dan meningkatkan sistem pelayanan terhadap pelanggan.
“Saat ini untuk pembenahan dalam jaringan sudah mulai kita lakukan, dan saat ini masih terus berjalan, demi meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan,” jelas Edy.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Santri di Ponpes Pandawan HST Tewas Dibacok Sesama Santri
Pemetaan jaringan pipa tua sudah dilakukan, katanya, dan sudah dikoordinasikan sesuai dengan komitmen kepala daerah untuk menurunkna tingkat kebocoran.
“Pengembangan sistem jaringan beriringan dengan pengembangan pesat hunian penduduk hingga bisa terpenuhi hingga ke ujung jaringan,” sambungnya.
Edy menjelaskan, pembenahan jaringan memang sudah harus dilakukan, namun dengan kemampuan yang ada dirasa cukup berat sehingga ada peluang untuk menggandeng pihak swasta.
“Karena mengharapkan modal pemerintah agak sulit juga, sehingga kita juga harus bisa mencari dana dari luar, seperti investasi dan yang lainnya,” pungkasnya. (iqnatius)
Editor: Yayu

