WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pembukaan NFL Athletes Camp 2025 di Jakarta, Rabu (13/8), menandai langkah baru Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memacu pertumbuhan industri olahraga nasional. Bukan sekadar event pelatihan, agenda ini menjadi sorotan karena diharapkan melahirkan peluang bisnis segar dari cabang olahraga yang jarang terdengar di tanah air. Kemenpora mengalokasikan dukungan penuh terhadap Asosiasi American Football Indonesia (AAFI) dan PT Garuda Andalan Bangsa selaku penyelenggara. Meski tidak membeberkan nilai investasinya, kegiatan ini diyakini mampu menarik sponsor, penjualan merchandise, hingga penyelenggaraan kompetisi internasional yang berpotensi mendongkrak sport tourism. Pola kemitraan dan kolaborasi lintas sektor yang digunakan juga diharapkan bisa menjadi model pengembangan cabang olahraga baru di Indonesia. Analis Kebijakan Ahli Utama Kemenpora, Wisler Manalu, menegaskan bahwa American Football adalah bagian dari industri olahraga global bernilai miliaran dolar. “Potensi cabang ini tidak hanya pada aspek prestasi atlet, tetapi juga pada dampak ekonominya yang bisa menghidupkan ekosistem bisnis olahraga nasional,” ungkap Wisler saat ditemui di lokasi acara. Sementara itu, pihak penyelenggara menilai bahwa pengenalan American Football, khususnya format Flag Football, dapat menjadi pintu masuk minat generasi muda. “Kami ingin menciptakan ekosistem yang solid, mulai dari pembinaan atlet, pelatihan, hingga kompetisi, sehingga olahraga ini dapat diterima luas di Indonesia,” ujar perwakilan AAFI. Agenda yang berlangsung di Lapangan Rugby Gelora Bung Karno (GBK) selama dua hari ini menghadirkan sejumlah pemain NFL asal Amerika Serikat yang langsung membimbing peserta. Banyak pihak kini menunggu kelanjutan program ini dan dampak nyata yang akan muncul bagi dunia olahraga Indonesia di masa depan. (Wartabanjar.com/berbagai sumber) Editor: Andi Akbar