WARTABANJAR.COM, RIAU - Prestasi luar biasa datang dari dunia pendidikan Indonesia! Seorang siswa kelas 12 SMA Metta Maitreya Riau bernama Alexsandro Alvino sukses mengguncang dunia siber internasional setelah berhasil menemukan celah keamanan di sistem milik NASA (National Aeronautics and Space Administration), Amerika Serikat. Tak hanya itu, Alex pun mendapat penghargaan resmi berupa sertifikat apresiasi langsung dari NASA atas kontribusinya sebagai peneliti keamanan independen. Remaja Indonesia yang Menantang NASA Dalam wawancaranya, Alex mengaku mengikuti program Vulnerability Disclosure Program (VDP) milik NASA. Program ini terbuka bagi para ahli keamanan siber untuk membantu menemukan kelemahan sistem secara etis dan bertanggung jawab. “Saya ngulik-ngulik dan ternyata selama sebulan saya ngulik, dapet juga (kelemahannya),” ungkap Alex dengan rendah hati. “Saya dapat P4 itu totalnya tiga, dan akhirnya mendapat sertifikat dari NASA.” BACA JUGA:HAGIA SOPHIA Nyaris Terbakar! Seorang Pria Bakar Alkitab di Dalam Masjid Terekam CCTV P4 sendiri mengacu pada klasifikasi tingkat kerentanan (priority 4) dalam sistem keamanan, yang tetap dianggap penting untuk segera ditangani. Baru 11 Bulan Belajar Keamanan Siber, Sudah Cetak Sejarah Lebih mencengangkan lagi, Alex ternyata baru belajar keamanan siber selama 11 bulan, namun sebelumnya ia sudah cukup lama mengasah kemampuan coding secara mandiri. Awalnya, ia terbiasa mencari tantangan dari lembaga dalam negeri, namun keberaniannya mencoba tantangan global berbuah prestasi yang luar biasa. Netizen Heboh dan Bangga: “Kalau di Sini, Bisa Jadi Tersangka!” Aksi Alex menuai pujian luar biasa dari publik. Berbagai komentar netizen pun membanjiri berita ini: “Maju terus INDONESIA!” “Keren banget, kalau di sini malah bisa dipidana. Di luar negeri dihargai setinggi langit!” “High school ❌ High sky ✅” “Bang, saran gua lu langsung kerja di luar. Di sini kemampuan lu bisa sia-sia!” Talenta Lokal, Apresiasi Global! Kisah Alexsandro Alvino menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia punya potensi besar di kancah internasional. Sayangnya, sistem hukum dan ekosistem siber dalam negeri belum sepenuhnya ramah terhadap talenta seperti Alex, yang justru dibutuhkan negara untuk memperkuat pertahanan digital nasional. Catatan: Ethical Hacking Bukan Cyber Crime Prestasi Alex bukan aksi peretasan ilegal. Ia mengikuti program resmi VDP, yang merupakan bentuk “ethical hacking” atau peretasan etis. Aktivitas ini legal dan sangat dihargai oleh banyak lembaga internasional, termasuk NASA, karena membantu memperkuat sistem pertahanan siber. Dengan kemampuan yang dimiliki Alex, semoga pemerintah Indonesia tidak sekadar bangga, tetapi juga memberikan dukungan nyata — beasiswa, akses pelatihan, hingga pengakuan hukum untuk etikal hacker lokal.(Wartabanjar.com/NASA/voktis.id/berbagai sumber) editor: nur muhammad