Tujuan kegiatan ini adalah menindaklanjuti Rakor Karhutla tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Juga untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pengendalian, dan pengawasan Karhutla, serta memperkuat kolaborasi pemerintah, stakeholder, dan masyarakat.
Paparan teknis disampaikan oleh Rino Suryo Ramadhan dari Stasiun Meteorologi Kelas III Gusti Syamsir Alam Kotabaru terkait prakiraan cuaca, potensi hotspot, dan kerawanan Karhutla di wilayah Tanah Bumbu.
Stasiun Meteorologi Kelas III Gusti Syamsir Alam Kotabaru mempresentasikan bahwa prospek cuaca mingguan untuk wilayah Kalimantan Selatan pada 8–12 Agustus 2025 secara umum cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi hingga bulan Oktober mendatang. Suhu udara berkisar antara 22–33°C, kelembapan udara 55–96%, dan angin bertiup dari arah utara hingga selatan dengan kecepatan 5–30 km/jam.
Dalam periode 7–8 Agustus 2025, sebagian wilayah diprakirakan dalam kondisi mudah terbakar, sedangkan 9–10 Agustus berstatus aman, dan 11–13 Agustus berada pada zona agak mudah terbakar.
Adapun wilayah yang tergolong rawan tinggi terhadap Karhutla di Kabupaten Tanah Bumbu meliputi Kecamatan Batulicin, Kusan Tengah, Kusan Hilir, Teluk Kepayang, dan Mantewe. Kawasan-kawasan ini menjadi perhatian khusus untuk penguatan patroli dan upaya pencegahan dini.
Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Pimpinan SKPD, Instansi Vertikal, Camat, Lurah, perwakilan organisasi, serta pimpinan perusahaan. (Rel)
Editor Restu







