WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA – Jagat maya Kalimantan Tengah digemparkan oleh sebuah video pendek yang diunggah akun Instagram @zoomentertainment_palangkaraya. Dalam video yang terekam di dalam Zoom Club Palangka Raya, terlihat seorang pemuda memamerkan logo institusi kepolisian dari layar ponselnya di tengah suasana pesta yang penuh sorotan lampu dan lantunan musik keras.
Awalnya, publik menduga bahwa pria tersebut adalah anggota Polda Kalteng. Namun tak lama setelah video viral dan menuai kontroversi, muncul klarifikasi mengejutkan: pria dalam video tersebut ternyata hanyalah seorang mahasiswa biasa, bukan anggota polisi.
Dugem, Gadis ABG, dan Simbol Institusi
Bukan cuma soal dugemnya, netizen makin geram karena video tersebut juga menampilkan momen kebersamaan pria itu dengan sejumlah gadis muda yang diduga masih di bawah umur. Aksi pamer simbol institusi negara di lokasi hiburan malam ini langsung dianggap mencoreng citra kepolisian dan menyulut reaksi tajam dari publik dunia maya.
Netizen: “Gaya Starboy, Duit Mamah Papah Dipakai Dugem!”
Komentar warganet pun ramai menghiasi lini masa:
“Duit mama abahnya di pakai abuk 😂”
“Gaya starboy tapi duit mamah papah yg dipake 🤣”
“Kuliah bertahun-tahun, rusak sekejap karena dugem dan polisi. Worth it?”
“Kamameh🤣”
“Itu dapat nemu di mana kali ya… 😂”
“Kasihan orang tuanya 😢”
Banyak warganet menyayangkan tindakan mahasiswa tersebut yang dinilai tak mencerminkan etika dan moral sebagai generasi penerus bangsa. Beberapa bahkan menyebutnya “kamameh”—istilah lokal untuk tingkah laku yang memalukan.

