WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Kekalahan beruntun yang dialami tim nasional bola voli putri Indonesia di putaran pertama SEA V League 2025 menimbulkan banyak tanda tanya. Salah satu faktor utama yang disorot adalah kondisi fisik beberapa pemain inti yang belum pulih sepenuhnya dari cedera.
Manajer timnas voli putri, Luciana Taroreh, secara terbuka mengakui bahwa performa skuadnya terganggu oleh masalah kebugaran pemain. Sejumlah andalan tim baru saja kembali dari cedera setelah tampil di turnamen kualifikasi AVC Nations Cup 2026, dan belum dalam kondisi optimal saat tampil di SEA V League putaran pertama.
“Beberapa pemain utama juga belum 100 persen pulih dari cedera, sehingga tidak bisa tampil maksimal di setiap set,” ujar Luciana kepada media, Senin (4/8).
Hal ini terlihat dari ketidakkonsistenan permainan tim Indonesia yang kerap kehilangan momentum saat melawan Thailand, Vietnam, dan Filipina. Dalam beberapa pertandingan, rotasi pemain dilakukan lebih sering dari biasanya, kemungkinan besar karena pelatih harus mengatur beban fisik para pemain yang belum pulih sepenuhnya.
Padahal, sosok-sosok seperti Megawati Hangestri dan pemain senior lainnya sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas permainan tim. Namun tanpa kondisi fisik yang prima, strategi yang disiapkan tim pelatih tidak bisa dijalankan secara maksimal.
Luciana berharap dalam beberapa hari ke depan sebelum putaran kedua digelar di Hanoi, para pemain dapat memulihkan kondisi dan kembali tampil dalam performa terbaik mereka.

