WARTABANJAR.COM, BANJARBARU– Pembangunan Jembatan Sei Ulin di Kilometer 31, Banjarbaru, tengah menjadi sorotan masyarakat sekitar. Legislator Banjarbaru, Rizal Siregar, turun langsung mendengarkan aspirasi warga yang terdampak proyek tersebut. ‎ ‎Rizal mengungkapkan, sejumlah warga mengeluhkan dampak pembangunan, terutama pada sektor usaha yang menurun akibat akses jalan yang terganggu. ‎ ‎"Ada warga yang mengalami penurunan pendapatan signifikan. Warga juga mengeluhkan tertutupnya jalur drainase yang berpotensi menimbulkan masalah baru di sekitar lokasi," ujarnya saat ditemui media, Jumat (1/8/2025) siang. ‎ ‎Selain itu, akses jalan utama yang digunakan oleh warga untuk aktivitas sehari-hari juga tehambat langsung karena pengerjaan jembatan itu. "Untuk itu kami akan segera memanggil instansi terkait, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), untuk membahas solusi terbaiknya," ujarnya. ‎ ‎Mengenai komunikasi yang kurang lancar antara pelaksana proyek dengan masyarakat, Rizal menyayangkan hal tersebut. Ia menekankan pentingnya mitigasi dan koordinasi lebih baik agar dampak negatif proyek dapat diminimalisir. ‎ ‎"Kami berharap ada pertemuan antara warga, BPJN, dan instansi terkait untuk mencari kesepakatan terkait pembangunan jembatan dan dampaknya," jelasnya. ‎ ‎Sebelumnya, pada Rabu (30/7/2025), warga sekitar proyek Jembatan Sei Ulin sempat melakukan protes terkait keterbatasan akses dan juga dampak ekonomi yang mereka alami. (IKhsan) Editor: Yayu