WARTABANJAR.COM, UEA – Munira Abdulla menjadi sosok inspiratif dan bukti nyata keajaiban medis dunia. Setelah mengalami kecelakaan tragis pada 1991, ia menjalani koma dan kondisi vegetatif selama 27 tahun, sebelum akhirnya kembali sadar pada 2018. Awal Tragedi - 1991 Munira mengalami cedera otak berat ketika mobil yang ditumpanginya bertabrakan dengan bus. Saat itu Anaknya, Omar Webair, yang baru berusia empat tahun, terluka ringan karena pelukan pelindung sang ibu yang berhasil menyelamatkannya. [caption id="attachment_335043" align="aligncenter" width="480"] Ilustrasi awal kejadian.(YouTube)[/caption] Perawatan Bertahun-Tahun Setelah kejadian, Munira sempat dibawa ke rumah sakit di London, dinyatakan tidak responsif, namun tetap merasakan nyeri. Ia kemudian ditahan beberapa fasilitas medis di UEA dan diberi nutrisi lewat selang serta fisioterapi rutin agar otot tidak melemah. Pada 2017, keluarga menerima bantuan medis di Jerman melalui klinik khusus di Bad Aibling. Di sana dia menerima kombinasi terapi maju termasuk pengobatan epilepsi dan stimulasi sensorik yang mendukung kesadarannya terbuka. BACA JUGA:VIDEO – MIRIS! Rakyat Makan Oplosan, Elit Untung Triliunan, Prabowo: Pengkhianat Bangsa! Momen Kebangkitan - 2018 Awalnya Munira mengeluarkan suara-suara aneh. Tiga hari kemudian, Omar terpana ketika sang ibu memanggil namanya—kata pertama yang diucapkan setelah 27 tahun. “Aku melayang kegirangan… namaku adalah kata pertama yang dia ucapkan,” tutur Omar penuh haru. Akhirnya, Munira mampu berkomunikasi secara terbatas, merespons ketika ia merasa sakit, dan menyampaikan nama anggota keluarga hingga membaca ayat Al-Quran. Rehabilitasi dan Harapan Baru Saat ini, Munira telah dipindahkan kembali ke Abu Dhabi dan menjalani rehabilitasi lanjutan di Rumah Sakit Mafraq. Dokternya menyebut kondisinya saat ini menunjukkan perbaikan responsif terhadap stimulasi dan komunikasi. Menurut Dr. Friedemann Müller, bukanlah ‘koma biasa’: kasus Munira tergolong kondisi vegetatif-kesadaran minimal yang langka—yang tetap memberi peluang pulih meski hanya sedikit pulihnya kesadaran. Studi juga menyebut Terry Wallis, pria Amerika yang kembali sadar setelah 19 tahun vegetatif, sebagai kasus serupa yang memberi harapan medis. Pelajaran & Pesan Harapan Kesabaran keluarga dan stimulasi medis intensif dapat membuka jalan keajaiban Jangan menganggap seseorang hilang harapan ketika dalam kondisi vegetatif Setiap detik perhatian dan pengobatan tidak pernah sia-sia.(Wartabanjar.com/ABC/TheQuint/CBS News/berbagai sumber) editor: nur muhammad