Kebangkitan Leylah Fernandez: Dari Terpuruk ke Tahta Juara
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Setelah dua tahun paceklik gelar, petenis muda asal Kanada Leylah Fernandez akhirnya menegaskan kebangkitannya di panggung elite tenis dunia. Ia menjuarai WTA 500 Mubadala Citi DC Open 2025 usai mengalahkan Anna Kalinskaya secara meyakinkan, Minggu (27/7) malam waktu setempat.
Bertanding di Washington D.C., Fernandez tampil tenang dan efisien untuk menang 6-1, 6-2 dalam waktu hanya 1 jam 9 menit, sekaligus menyabet gelar WTA keempat dalam kariernya, dan yang pertama di level WTA 500.
Dari Final US Open ke Titik Rendah
Nama Leylah Fernandez melambung saat tampil sebagai finalis US Open 2021, mencuri perhatian dunia dengan gaya bermain berani dan tenang. Namun setelah pencapaian tersebut, grafik prestasinya cenderung menurun. Ia kesulitan mempertahankan konsistensi dan harus menunggu sampai Hong Kong Open 2023 untuk kembali mencicipi trofi juara.
Kekalahan di final Eastbourne 2024 dari Daria Kasatkina sempat menambah tekanan. Namun, Fernandez tidak menyerah. Ia terus memperbaiki performa, membangun kembali kekuatan mentalnya, dan menyiapkan diri menghadapi musim 2025.
“Saya melewati masa-masa sulit dan banyak keraguan. Tapi saya percaya pada proses dan dukungan orang-orang terdekat,” ujarnya dalam wawancara pasca-kemenangan.
Performa Tangguh di DC Open 2025
Turnamen di Washington menjadi titik balik karier Fernandez. Ia menghadapi jadwal pertandingan yang berat, menghabiskan total lebih dari 9 jam di lapangan hanya untuk mencapai final. Salah satu laga terberat adalah saat mengalahkan unggulan Elena Rybakina di semifinal dalam pertarungan tiga jam lebih.
Dengan kondisi cuaca panas dan lembap khas musim panas Amerika, Fernandez menunjukkan daya tahan fisik dan kekuatan mental luar biasa.
“Kalau saya bisa bertahan di minggu ini, saya yakin bisa melewati tantangan apa pun. Ini sangat berarti buat saya,” ucap Fernandez.
Momentum Menuju US Open 2025
Kemenangan ini datang pada waktu yang tepat hanya sebulan sebelum US Open 2025 dimulai. Turnamen Grand Slam yang menjadi tempat lahirnya nama besar Fernandez kini bisa jadi panggung besar berikutnya untuk mengukuhkan kebangkitan.
Dengan kemenangan di DC Open, Fernandez bukan hanya kembali ke radar para pesaing top dunia, tapi juga membawa aura “underdog berbahaya” yang dulu membuatnya ditakuti.
“Saya akan terus kerja keras. Masih banyak yang harus saya capai,” katanya. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar