WARTABANJAR.COM – Jagat maya kembali dihebohkan dengan aksi brutal sejumlah pria operator sound horeg di India yang nekat membongkar dan merusak tenda milik warga yang berdiri di pinggir jalan. Tenda-tenda tersebut dianggap menghalangi jalur masuk truk besar pengangkut sound system yang hendak masuk ke area acara di gang sempit.
Tanpa banyak basa-basi, para pria itu menarik dan melipat tenda pedagang dengan cepat dan paksa. Aksi ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, membuat netizen Indonesia salah fokus: “Kok kayak acara sound hajat di Jawa Timur, ya?”
Fenomena ini ternyata bukan kebetulan. Meski masyarakat Indonesia mengenal “sound horeg” sebagai budaya khas lokal, khususnya di daerah-daerah seperti Malang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi, ternyata budaya ini punya akar yang kuat dari negeri Bollywood.
Budaya pesta suara keras ini rupanya terinspirasi dari fenomena “Dek Bass” di kawasan Paschim Medinipur, India Timur, yang berkembang sejak awal 2000-an lewat festival jalanan, parade, hingga ajang kompetisi adu sound system.
Netizen Indonesia pun tak tinggal diam. Kolom komentar di berbagai platform media sosial penuh dengan candaan, sindiran, dan pengakuan tak terduga: “Kiblatnya Jawa Timur Banget!”
Fenomena ini memicu diskusi soal akulturasi budaya pop jalanan dan bagaimana tren audio ekstrem bisa menjelma jadi simbol hiburan rakyat di berbagai negara.(Wartabanjar.com/purworejozone/fakta.indo/berbagai sumber)
#soundhoreg #india #prindavan #wartabanjar

