Gregoria Lolos ke 16 Besar China Open 2025, Akui Masih Kesulitan Adaptasi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung melangkah mulus ke babak 16 besar turnamen BWF World Tour Super 1000 China Open 2025, setelah menundukkan wakil Jepang, Kaoru Sugiyama, dalam dua gim langsung, 23-21, 21-9, Selasa (20/7), di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou.
Meski menang meyakinkan, Gregoria mengakui masih kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan yang cukup menantang, terutama karena angin di arena pertandingan yang memengaruhi pola permainan.
"Hari ini saya cukup kesulitan dengan kondisi lapangan yang cukup berangin. Tapi saya berusaha memanfaatkan peluang yang ada, terutama di saat adu setting," ujar Grego, dikutip dari keterangan resmi PBSI.
Di gim pertama, Gregoria sempat tertinggal dan terlihat kesulitan mengatur tempo permainan. Namun, ia mampu bangkit saat memasuki poin-poin krusial dan menutup gim pembuka dengan kemenangan 23-21.
“Keunggulan di gim pertama sangat menentukan. Di saat adu setting, saya tidak membuang kesempatan," ungkapnya.
Gim kedua menjadi panggung dominasi Gregoria. Pebulu tangkis peringkat 8 dunia itu tampil lebih percaya diri dan agresif. Ia menilai kondisi lapangan pada gim kedua lebih bersahabat, sehingga mampu menjalankan strategi permainan yang diinginkan tanpa banyak kesalahan sendiri.
“Saya lebih percaya diri dan lapangan lebih nyaman. Itu membuat saya bisa menerapkan pola permainan dengan baik,” lanjut Grego.
Berikutnya Hadapi Wakil Taiwan
Di babak 16 besar, Gregoria akan menghadapi wakil Taiwan, Hsiang Ti Lin, peringkat 24 dunia. Lawan tersebut melaju ke babak berikutnya usai mengalahkan pemain India, Anupama Upadhyaya, lewat pertarungan rubber game 21-23, 21-11, 21-10.
Laga ini diprediksi berlangsung seru karena Lin dikenal memiliki pola permainan cepat dan variasi serangan yang merepotkan. Namun Gregoria tetap dijagokan untuk melaju, asalkan mampu menjaga konsistensi dan mengatasi kendala teknis seperti yang ia hadapi hari ini. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar