Ferrari sebaliknya, seperti kehilangan arah. Di saat tim rival tampil tenang dan fokus, Ferrari sering kali terjebak dalam polemik internal dan tekanan media Italia yang tak kenal ampun.
Apa Solusinya?
Beberapa pengamat menilai Ferrari terlalu tergesa-gesa berekspektasi tinggi di musim transisi. Mobil SF-25 yang dipakai musim ini dinilai masih butuh pengembangan lebih lanjut. Selain itu, tekanan besar terhadap Fred Vasseur justru bisa mengganggu kestabilan tim jika tidak dikelola dengan baik.
Toto Wolff, bos tim Mercedes, bahkan ikut angkat bicara dengan membela Vasseur. Menurutnya, Ferrari butuh memberi kepercayaan penuh dan waktu untuk sang manajer bekerja. “Kalau di Italia, menang kamu disanjung, kalah kamu dihakimi. Ini tim besar dengan tekanan luar biasa,” ujarnya.
Masih Ada Waktu, Tapi Tak Banyak
Musim masih menyisakan beberapa seri, dan secara matematis Ferrari belum tersingkir dari persaingan. Namun jika ingin menjaga reputasi sebagai tim elite F1, perbaikan menyeluruh perlu segera dilakukan dari strategi, pengembangan mobil, hingga komunikasi internal tim.
Jika tidak, musim ini bisa jadi hanya satu lagi cerita kehilangan peluang dalam sejarah panjang Ferrari. (berbagai sumber/aar)
Editor: Andi Akbar

