WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tim nasional bola basket putri Indonesia harus menelan kekalahan telak 45-75 dari Selandia Baru dalam pertandingan kedua Grup A FIBA Women’s Asia Cup 2025 Division A, yang digelar di Shenzhen Sports Center, China, Selasa (15/7).
Pelatih timnas, Andrie Ekayana atau yang akrab disapa Coach Yayan, menyatakan salah satu faktor utama kekalahan adalah persentase tembakan tiga angka yang jauh lebih rendah dibandingkan lawan. Menurutnya, tim belum mampu mengendalikan sisi luar lapangan sehingga Selandia Baru dapat memaksimalkan peluang tersebut.
“Kami berusaha memperkuat area dalam, tetapi hal yang kalah jauh adalah persentase tembakan tiga angka mereka (Selandia Baru),” ujar Coach Yayan usai pertandingan.
Selain itu, tantangan menghadapi pemain-pemain berpostur besar dan permainan bertahan yang ketat juga menjadi bahan evaluasi bagi Garuda Pertiwi.
“Pelajaran hari ini, kami berusaha menghadapi tekanan dari lawan yang posturnya besar, tinggi, dan karakter bertahan yang ketat dan keras,” tambahnya.
Meski begitu, Coach Yayan berjanji timnya akan belajar dari pengalaman ini dan memperbaiki performa, terutama dalam pertahanan dan membangun ritme serangan, menjelang laga ketiga melawan Korea Selatan pada Rabu (16/7).
Dalam pertandingan melawan Selandia Baru, Esra Goldrick tampil sebagai pencetak poin terbanyak dengan koleksi 18 poin, enam rebound, dan tiga assist, membantu timnya meraih kemenangan.
Sebelumnya, Indonesia juga mengalami kekalahan berat 59-100 saat menghadapi tuan rumah China pada Senin (14/7), yang semakin memperkecil peluang lolos dari fase grup.(berbagai sumber/aar)

