WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Timnas Basket Putri Indonesia tengah menghadapi tekanan fisik dan mental yang cukup berat dalam ajang FIBA Women’s Asia Cup 2025. Bertarung melawan tim-tim besar dan berpengalaman dari Asia, para pemain Garuda Pertiwi dituntut untuk mampu tampil maksimal, baik dari segi stamina maupun ketahanan mental. Pertandingan melawan negara-negara dengan postur pemain yang lebih tinggi dan strategi bertahan agresif seperti China, Selandia Baru, dan Korea Selatan menjadi ujian tersendiri bagi skuad Indonesia. "Kompetisi di level Asia menuntut kami tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga harus siap mental menghadapi tekanan dan situasi sulit di lapangan," ujar pelatih Andrie Ekayana, yang akrab disapa Coach Yayan. Beban mental ini seringkali menjadi tantangan tersendiri, mengingat atmosfer pertandingan yang menegangkan dan ekspektasi besar dari suporter tanah air. Selain itu, pemain Indonesia harus beradaptasi dengan gaya permainan cepat dan fisik dari lawan yang biasanya memiliki postur lebih tinggi dan pengalaman internasional lebih banyak. "Kami berusaha menyiapkan mental bertanding yang kuat agar tidak mudah goyah ketika menghadapi tekanan lawan. Ini bagian dari proses pembelajaran kami," tambah Coach Yayan. Pentingnya daya tahan fisik juga menjadi perhatian utama. Latihan intensif dan program pemulihan menjadi kunci agar para pemain tetap fit dan bugar selama turnamen berlangsung. Kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan untuk menjaga konsentrasi dan kemampuan bermain dalam waktu lama. Meski menghadapi tantangan besar, para pemain Timnas Basket Putri Indonesia terus berusaha menunjukkan performa terbaik dan semangat juang tinggi. Dukungan dari pelatih, staf, dan suporter menjadi sumber motivasi penting untuk terus berkembang dan berprestasi di panggung Asia. (berbagai sumber/aar)   Editor: Andi Akbar