Lebih lanjut, potensi banjir pesisir sangat mungkin terjadi di pesisir Tanah Laut. Pasang maksimum diprediksi akan terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito antara tanggal 25 Juni hingga 3 Juli 2025, khususnya pada pukul 07.00 hingga 15.00 WITA, dengan ketinggian maksimum mencapai 2.9 meter. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari masyarakat yang tinggal di daerah pesisir.
Kesiapsiagaan Masyarakat dan Imbauan dari BPBD
Menanggapi potensi cuaca ekstrem ini, Pusat Pengendalian Data dan Operasi (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Tanah Laut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami melalui Pusdalops terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di daerah rawan banjir dan longsor,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanah Laut Aspi Setia Rahman.
“Siapkan payung atau jas hujan, dan hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan lebat disertai petir.”
PUSDALOPS BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menambahkan, “Untuk masyarakat di wilayah pesisir, kami sarankan untuk selalu memantau informasi pasang surut air laut dan mempersiapkan langkah evakuasi jika diperlukan.
Jangan menunda untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman jika ada tanda-tanda air pasang yang ekstrem.”
Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi terbaru dari BMKG dan pihak berwenang setempat.
Pastikan saluran drainase di lingkungan sekitar bersih untuk meminimalisir genangan air. Apabila terjadi kondisi darurat, segera hubungi BPBD atau layanan kedaruratan Tanah Laut Raza Lakas 112. (Gazali)
Editor Restu







