WARTABANJAR.COM, TOKYO – Sebuah aksi kontroversial dilakukan oleh komunitas Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Jepang yang dikenal berasal dari Madiun. Komunitas ini menjadi sorotan publik setelah membentangkan spanduk besar bertuliskan “PSHT Madiun” di sebuah jembatan umum dekat sungai di pusat Kota Tokyo, Jepang.
Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang kini viral di media sosial. Dalam rekaman itu, tampak dua orang pria memanjat jembatan dan membentangkan spanduk besar yang mencolok di area publik.
Warga lokal Jepang dan netizen internasional memberikan reaksi keras terhadap tindakan tersebut. Banyak yang menilai aksi itu melanggar norma penggunaan ruang publik dan mencerminkan sikap yang tidak menghargai budaya Jepang, yang terkenal menjunjung tinggi keteraturan, kesopanan, serta kebersihan ruang bersama.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut di Jalur Tjilik Riwut! Avanza Terbalik Usai Tabrak Pick Up, 1 Tewas, Beberapa Luka!
Bahkan, sejumlah warganet Jepang menyebut aksi itu sebagai “egois” dan “tidak sopan,” serta menyarankan deportasi bagi pelakunya. Mereka menilai penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan kelompok, tanpa izin resmi, sangat tidak pantas dilakukan di Jepang.
Berikut beberapa komentar netizen yang menunjukkan kemarahan dan rasa malu atas tindakan tersebut:
“Jar urang bahari tu membari supan jerr 😂”
“Bukan tidak suka atau benci, tapi yang namanya berlebihan itu juga tidak baik.”
“Gak semuanya tentang PSHT, Masee 😂”
“Terlalu haus validasi banget ya Allah.”
“Hilang marwah pencak silat yang luhur dan terhormat. Bukan mengharumkan bangsa, tapi malah bikin malu.”
“Malu tau gak? Mana di rumah orang pula.”
“Pasti akun ryuzin_001 dipenuhi DM: ‘Sharelok, tak parani!'”

