WARTABANJAR.COM — Pemerintah Ekuador akhirnya sukses menangkap José Adolfo Macías Villamar alias “Fito”, gembong geng narkoba Los Choneros, pada Rabu (25/6/2025), setelah lebih dari 18 bulan menjadi buron. Petugas militer khusus menangkapnya setelah pelarian dramatis sejak Januari 2024, saat Fito kabur dari penjara maksimum di Guayaquil tepat sebelum dipindahkan ke fasilitas yang lebih aman . Pemerintah Ekuador sempat menawarkan imbalan USD 1 juta (sekitar Rp 16 miliar) kepada siapa pun yang memberikan informasi terhadap keberadaan Fito. Tawaran tersebut berhasil menggugah sinergi antara aparat polisi, militer, dan masyarakat—sampai sosok paling dicari di negara itu akhirnya dibekuk. Dituduh Teror & Ekstradisi Menuju AS Fito dikecam oleh otoritas Ekuador sebagai dalang kerusuhan lethal akibat pelariannya: 20 orang tewas dan penetapan status darurat nasional. BACA JUGA:Sabu Masih Menghantui! BNN Banjarmasin Gencarkan Rehabilitasi dan Deteksi Dini, Lem Fox Ikut Jadi Sorotan Dia juga didakwa di New York atas 7 dakwaan federal: distribusi kokain skala besar dan penyelundupan senjata api, termasuk kolaborasi dengan Kartel Sinaloa. Pemerintah Ekuador menyatakan siap mengekstradisi dan telah mengajukan proses segera ke AS . Pelarian Fito memicu ledakan kekerasan—rombakan penjara, pembunuhan pejabat, dan penggunaan militer sejak Januari 2024 kompas.com . Penangkapannya menjadi simbol keberhasilan rezim Presiden Daniel Noboa dalam upaya restorasi keamanan dan penegakan hukum terhadap kartelis narkoba transnasional. Siapa “Fito” dan Apa Itu Los Choneros? Jose Adolfo “Fito” Macías (lahir 30 September 1979 di Manta) memimpin Los Choneros sejak 2020 setelah kematian pendahulunya. Geng Los Choneros—bermitra dengan kartel Sinaloa, FARC, hingga mafia Eropa—mengendalikan rute narkoba dari Amerika Selatan ke AS. Sudah menjalani hukuman penjara 34 tahun sejak 2011, Fito sempat kabur dari penjara elit “La Roca” pada Januari 2024. Mengapa Ini Penting Bagi Dunia? Penangkapan bos geng transnasional ini memperlihatkan betapa seriusnya kolaborasi lintas-negara dalam pemberantasan sindikat narkoba. Tindakannya menunjukkan bahwa kartel lokal bisa berekspansi ke level global—mengancam stabilitas regional dan memicu dekade baru aksi kekerasan serius. Penangkapan “Fito” menandai babak baru dalam peperangan melawan sindikat narkoba transnasional di Amerika Latin. Ini bukan sekedar kemenangan hukum—tapi wujud nyata sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat global melawan jaringan kriminal canggih.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad