Pembangunan Perempuan dan Anak Berbasis Budaya untuk Indonesia Emas 2045

Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPPA) mencatat, hingga 12 Juni 2025 sudah terjadi 11.850 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, sebagian besar terjadi di lingkungan rumah tangga. Fakta ini menunjukkan bahwa ketahanan keluarga dan edukasi berbasis budaya lokal sangat penting untuk menekan angka kekerasan. Menteri PPPA pun menekankan perlunya memperkuat keguyuban masyarakat agar tercipta lingkungan yang ramah perempuan dan layak anak.

Menteri Arifah optimistis bahwa kolaborasi antara budaya lokal, komunitas, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat akan menjadi kunci menuju Indonesia yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak. Dengan partisipasi aktif seluruh pihak, visi Indonesia Emas 2045 bisa terwujud, di mana setiap anak dan perempuan mendapatkan haknya, tumbuh dengan bahagia, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. (Aar)

 

Editor: Andi Akbar

Baca Juga :   Cuaca Kalsel Hari ini Didominasi Hujan Petir

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca