WARTABANJAR. COM,JAKARTA – Menjelang seri kesepuluh Formula 1 musim 2025 yang akan digelar di Red Bull Ring, semua mata kembali tertuju pada Max Verstappen. Pembalap andalan Red Bull Racing ini dikenal sebagai “raja” di kandang sendiri setelah mencatatkan rekor mengesankan dalam beberapa musim terakhir. Tapi, dengan ketatnya persaingan tahun ini, akankah Verstappen kembali menunjukkan dominasinya di F1 GP Austria 2025?
Red Bull Ring: Wilayah Kekuasaan Verstappen
Verstappen telah memenangkan Grand Prix Austria sebanyak lima kali sejak 2018, menjadikan sirkuit ini sebagai salah satu yang paling bersahabat untuk sang juara dunia bertahan. Kecepatan Red Bull di lintasan lurus dan strategi pit stop yang cermat kerap menjadi kunci sukses di trek sepanjang 4,3 km ini.
Namun, musim 2025 telah memperlihatkan sejumlah kejutan. Tim seperti Mercedes dan McLaren menunjukkan performa yang lebih kompetitif, dengan George Russell dan Lando Norris beberapa kali menempel ketat Verstappen di podium.
Persaingan Ketat di Paruh Musim
Musim ini terasa berbeda. Mobil RB21 milik Verstappen memang masih tangguh, namun reliabilitas dan keputusan strategi beberapa kali dipertanyakan. Charles Leclerc dari Ferrari dan Oscar Piastri dari McLaren juga tampil konsisten, mempersulit Verstappen mempertahankan keunggulan klasemen.
“Sirkuit Austria selalu spesial. Tapi kami tak bisa lengah. Musim ini sangat ketat,” ujar Verstappen dalam sesi wawancara sebelum balapan.
Faktor Penentu: Cuaca dan Strategi
Cuaca di Spielberg yang kerap berubah-ubah bisa menjadi faktor krusial. Jika hujan turun seperti yang diprediksi, peluang kejutan makin terbuka lebar. Tim yang mampu membaca kondisi lintasan dan membuat keputusan cepat bisa jadi penentu podium.

