WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pembalap muda sensasional Pedro Acosta secara terbuka mengakui keunggulan kecepatan motor Ducati saat tampil di MotoGP Aragon, Minggu (8/6). Dalam balapan tersebut, Acosta terlibat duel sengit dengan Francesco Bagnaia (Pecco) dalam perebutan posisi ketiga, namun harus puas finis di peringkat keempat. "Kami sudah memberikan segalanya dengan motor yang kami miliki. Tidak ada lagi yang tersisa," ujar Acosta dikutip dari AS. Acosta sempat beberapa kali menyalip Bagnaia, namun pembalap Ducati itu terus berhasil merebut kembali posisinya, menunjukkan keunggulan performa Desmosedici GP24 miliknya. Acosta: Ducati Sulit Dikejar Saat ditanya apakah ia tertarik atau membayangkan balapan dengan motor Ducati, Acosta tidak menjawab secara langsung. Namun ia mengisyaratkan rasa frustrasi dan kekaguman terhadap performa tim pabrikan asal Italia tersebut. "Saya bukan tipe orang yang suka membicarakan hal-hal yang belum terjadi. Tapi saya merasa murung saat memacu motor di belakang mereka," kata Acosta. "Saya harap bisa melakukan hal itu—manuver dan kecepatan mereka—dengan motor milik saya." Sindiran Halus Soal Masa Depan? Hingga saat ini, masa depan Pedro Acosta bersama KTM masih belum sepenuhnya jelas. Menanggapi kemungkinan membela Ducati di masa depan, Acosta melontarkan candaan bernuansa sindiran. "Saya tidak menikahi siapa pun. Saya hanya seperti punya kekasih. Dan ketika saya kembali sendiri... hidup bisa berubah," ujarnya sambil tertawa. Komentar tersebut memicu spekulasi bahwa Acosta mulai membuka kemungkinan hengkang dari KTM jika situasi dan peluang berpihak padanya. (berbagai sumber/andi) Editor: Andi Akbar