Sementara untuk Indek perkembangan harga (IPH), disampaikan Sulkan, Kalsel berada pada angka -0,32 persen. Ini di atas nasional yang menduduki angka -0,37%.
“IPH Kabupaten tertinggi di Kalsel adalah Tapin, yang mencapai angka 0,25 persen, sedangkan terendah di HSS -0,42 persen,” tambahnya.
Dalam rakor kali ini menurut Sulkan, ada catatan untuk Provinsi Kalsel, yakni terkait realisasi dana dekonsentrasi.
“Di Pemprov Kalsel masih 0,00 persen untuk realisasinya, dan ini agar dilakukan percepatan,” tutupnya.
Rakor yang diikuti secara virtual oleh seluruh perwakilan Kepala Daerah ini, juga diikuti oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Bulog, serta seju.lah stake holder terkait. Sementara dari Provinsi Kalsel, selain diikuti Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, diikuti juga oleh, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Kadin Kalsel, BPS Kalsel, Bulog dan Binda Kalsel. (Rin/Adpim)
Editor Restu

